Senarai Syarikat Broker Yang Menawarkan Akaun Patuh Shariah

INVESTASI SAHAM DAN BERMAIN SAHAM. Belajar Saham, Analisa Saham, Berita Saham, Informasi Saham, Rumor Saham, Prediksi Saham, Rekomendasi Saham. Panduan Investasi Saham, Obligasi, Reksadana di Bursa Efek Indonesia, Asuransi Jiwa, Properti, Jual Beli Valas (Forex), Emas, Komoditi, Index & Derivatif lainnya.

Time Value of Money Nilai uang menurut waktu Nilai uang berubah tergantung pada waktu dimana anda memiliki control atas uang tsb.

Gunadarma University

A continuation of the FindAnyFloor Article Formaldehyde Emission Standards for Green Adhesives. E1 and E0 are the European formaldehyde emission standards.E1 emission standards are well–known in the flooring industry, and have been used for years.

Pertama, apakah anda cukup yakin bahwa CPIN bisa beroperasi selama lebih dari 10 tahun, katakanlah 20 tahun? Untuk pertanyaan ini misalnya kita jawab saja: Sekedar catatan, EPS untuk tahun yang sebesar Rp nggak ikut dihitung, karena EPS tersebut sudah termasuk dalam ekuitas perusahaan di tahun yang sama dalam bentuk saldo laba.

Sekali lagi, ingat bahwa dalam menghitung nilai intrinsik, yang dihitung adalah akumulasi dari laba bersih yang akan perusahaan kumpulkan kedepannya, jadi nggak termasuk laba bersih yang sudah diperoleh di tahun Sekarang, ingat bahwa uang sebesar Rp1, pada sepuluh tahun yang lalu, nilainya berbeda dengan Rp1, pada saat ini jaman penulis kuliah dulu, seribu perak masih bisa dapet sebungkus nasi putih di warteg, tapi sekarang buat bayar parkir aja masih kurang.

Dan pada sepuluh tahun kedepan, sangat mungkin bahwa uang Rp1, tersebut akan semakin tidak bernilai lagi. Itu artinya, ketika kita mengatakan bahwa akumulasi laba bersih CPIN adalah 36, pada tahun , dan mengingat bahwa nilai dari duit sebesar 35 ribu perak di tahun segitu tentunya akan berbeda dengan 35 ribu perak pada saat ini, maka angkanya kemudian harus disesuaikan.

Dengan membaginya dengan angka bunga per tahun yang ditawarkan oleh instrumen investasi yang paling aman, dalam hal ini menurut Buffett bunga dari obligasi yang diterbitkan Pemerintah. Katakanlah kita ambil suku bunga sukuk, yang angkanya 6. Maka, uang sebesar Rp36, di tahun adalah setara dengan Rp34, di tahun , dan setara dengan Rp32, di tahun , dan demikian seterusnya hingga menjadi.. Rp10,, di tahun Ditambah dengan posisi ekuitas terakhir perusahaan, yaitu Rp, maka totalnya menjadi Rp11, Maka bisa disimpulkan bahwa nilai intrinsik saham CPIN pada saat ini adalah kurang lebih 11,, masih jauh lebih tinggi ketimbang harga sahamnya, yang cuma 4, Kesimpulannya, saham CPIN masih murah!

However, angka 11, tadi bisa keluar sebagai nilai intrinsik untuk CPIN, kalau kita mengasumsikan bahwa CPIN ini cukup tangguh untuk secara stabil terus beroperasi hingga setidaknya 20 tahun kedepan. Sementara jika asumsi kita tidak seoptimis itu, yaitu bahwa CPIN hanya akan beroperasi hingga 10 tahun kedepan, maka nilai intrinsik CPIN, setelah penulis hitung, cuma Rp3, per saham, yang dengan demikian bisa dikatakan bahwa harga saham CPIN pada saat ini sudah overvalue.

Buffett sendiri biasa menggunakan angka 10 tahun kedepan untuk menghitung akumulasi laba bersih yang bisa dikumpulkan sebuah perusahaan.

Dengan demikian, berikut adalah beberapa hal yang bisa disimpulkan dari ilustrasi perhitungan nilai intrinsik dan margin of safety diatas. Nilai intrinsik biasanya lebih tinggi dari nilai buku. Konsep dasar dari nilai intrinsik adalah, ketika misalnya sebuah perusahaan memiliki modal bersih Rp milyar di neracanya yang disebut juga nilai buku , maka itu bukan berarti nilai intrinsik perusahaannya adalah sama persis Rp milyar juga, melainkan seharusnya lebih dari itu.

Rata-rata PBV dari saham-saham di BEI sendiri, dalam kondisi market normal alias tidak bullish ataupun bearish, adalah 2. Karena beberapa perusahaan yang PBV-nya rendah, katakanlah kurang dari 2 kali, itu bisa saja bukan karena sahamnya murah, melainkan karena perusahaannya emang nggak bagus, katakanlah laba bersihnya minus alias rugi, yang itu berarti modal perusahaan kedepannya bukannya naik tapi malah turun karena tergerus kerugian.

Atau, perusahaan masih mampu mencetak laba, namun persentase kenaikan labanya masih kalah dibanding laju inflasi baca: Dan kalau yang penulis perhatikan sendiri, dalam kondisi market yang normal, di BEI memang ada beberapa saham yang PBV-nya persis atau kurang dari 1 kali, tapi biasanya mereka tidak memenuhi kriteria saham yang bisa dihitung nilai intrinsiknya, yaitu kinerja perusahaan yang konsisten dalam jangka panjang, dan utang yang manageable akan dijelaskan dibawah.

Tapi bagaimana jika perusahaan memiliki utang? Ya itu berarti, perusahaan menanggung beban bunga yang akan mengurangi potensi laba. Karena itulah ketika kita mencari saham yang akan dihitung nilai intrinsiknya, salah satu kriteria yang juga tidak boleh dilewatkan adalah bahwa perusahaan yang bersangkutan harus memiliki jumlah utang yang tidak hanya tidak terlalu banyak, tetapi juga dikelola dengan baik, sehingga kemudian kita boleh mengasumsikan bahwa utang tersebut tidak akan mengganggu jumlah laba.

Dan terkait hal ini maka kita tidak bisa memilih saham-saham yang jumlah utangnya tidak terkendali, yang dari waktu ke waktu tidak pernah dilunasi melainkan gali lobang tutup lobang. Misalnya saham-saham Grup Bakrie. Perhatikan seberapa lama perusahaan beroperasi. Dalam contoh perhitungan nilai intrinsik diatas, tampak jelas bahwa dua asumsi yang berbeda, yaitu asumsi pertama bahwa perusahaan akan beroperasi selama 20 tahun, dan asumsi kedua bahwa perusahaan hanya akan beroperasi selama 10 tahun, ternyata menghasilkan nilai intrinsik yang juga jauh berbeda, yakni 11, dan 3, Artinya, mayoritas pelaku pasar cukup optimis bahwa CPIN masih bisa membuat pakan ayam dan nugget hingga 10 tahun kedepan, namun tidak cukup optimis bahwa CPIN bisa melakukan itu hingga 20 tahun kedepan.

Faktanya, CPIN sendiri berdiri dan beroperasi di Indonesia sudah cukup lama, yaitu sejak tahun , dan penulis tidak tahu bagaimana track record kinerjanya sejak tahun tersebut, tapi yang jelas sejak tahun CPIN ini untung terus. Namun tahukah anda kenapa UNVR dihargai jauh lebih mahal? Yap, benar sekali, itu karena perusahaan memiliki rekam jejak yang jauuh lebih lama ketimbang CPIN, yaitu sejak tahun , dan rasio profitabilitasnya juga lebih besar.

Artinya, jika untuk CPIN orang masih agak ragu ketika dikatakan bahwa perusahaannya akan bertahan hingga 20 tahun kedepan, maka untuk UNVR, jangankan 20 tahun, hingga 40 tahun kedepan juga orang masih akan percaya bahwa perusahaan ini masih akan tetap beroperasi dengan baik.

Karena itulah, seperti yang sudah disebut diatas, track record kinerja perusahaan dalam jangka panjang di masa lalu sangatlah penting dalam mengukur nilai intrinsik ini. Sebaiknya hindari saham komoditas. Dalam menghitung nilai intrinsik, stabilitas kinerja perusahaan sangatlah penting.

Contohnya, perusahaan-perusahaan batubara bisa mencetak laba bersih yang besar di satu tahun tertentu ketika harga batubara naik, tapi di tahun berikutnya bisa turun ketika harga batubara turun. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan menganalisis pergerakan harga komoditas tersebut, apakah kedepannya akan naik atau turun, tapi bahkan Buffett-pun tidak bisa melakukannya.

Alhasil, ia lebih suka mengambil saham-saham yang harga produknya senantiasa naik terus dari waktu ke waktu seiring inflasi, tanpa fluktuasi yang berarti.

Coba anda cek di supermarket, harga sekaleng Coca Cola, Sprite, dan Fanta memang naik terus bukan? However, dalam hal ini penulis punya pandangan yang sedikit berbeda. Yang disebut dengan komoditas, seperti emas, minyak, aneka jenis logam, batubara, hingga crude palm oil CPO , harganya memang berfluktuasi setiap tahun, seperti batubara dan CPO yang pernah mahal di tahun dan , sekarang menjadi murah meriah, dan pada akhirnya menyebabkan kinerja buruk bagi perusahaan yang memproduksi dua jenis komoditas ini.

Namun dalam jangka yang benar-benar panjang, harga dari berbagai jenis komoditas ini akan senantiasa naik karena inflasi dan meningkatnya permintaan seiring bertambahnya jumlah penduduk dunia. Jika sewaktu-waktu ada saham yang jatuh karena turunnya harga komoditasnya, contohnya seperti saham-saham batubara dan CPO yang sudah disebut diatas, maka itu justru merupakan buying opportunity, karena nanti kedepannya harga dua komoditas itu akan naik lagi.

Dan itu sebabnya, Lo Kheng Hong melalui Kontan. Lebih dari itu, berarti sahamnya mahal. Seperti sudah disebut diatas, Buffett hanya memilih saham yang punya track record kinerja puluhan, bahkan ratusan tahun salah satu saham Buffett, yaitu Coca Cola tadi, pertama kali beroperasi pada tahun , persis tahun ketika Buffett mulai mengkoleksinya tahun Meski demikian, dalam menghitung nilai intrinsik, Buffett hanya melihat akumulasi laba perusahaan dalam 10 tahun kedepan saja, tidak lebih.

Dan entah ada hubungannya atau tidak, namun dalam kaitannya menghitung harga wajar saham menggunakan PER, maka sebuah saham bagus bisa disebut murah kalau PER-nya 10 kali yang itu berarti, harga sahamnya sama dengan jumlah laba dikali sepuluh tahun , atau kurang dari itu.

However, ketika Buffett pertama kali melirik Coca Cola, PER-nya ketika itu mencapai lebih dari 20 kali, yang itu berarti kemungkinan Buffett menyadari bahwa perusahaan ini punya potensi untuk bertahan jauh lebih lama dari sekedar 10 tahun. Dan faktanya hingga hari ini, atau 25 tahun sejak Buffett pertama kali membelinya, Coca Cola masih nongkrong di portofolio Berkshire Hathaway.

Nah, sekarang bagaimana jika saya menemukan saham bagus dengan nilai intrinsik setelah saya hitung 1,, tapi harganya di market 1, Apa yang harus saya lakukan? Namun pada akhirnya, harga suatu saham akan bertemu menjadi sama dengan nilai intrinsiknya tersebut.

Market, atau saham itu sendiri, sedang bubble. Dan ketika koreksi tersebut sudah cukup dalam, dimana saham A tadi sudah turun ke katakanlah , maka itulah saatnya untuk belanja. Disisi lain, jika anda menemukan saham B dengan nilai intrinsik 2,, sementara harganya di market cuma 1,, maka meski IHSG sedang tinggi-tingginya sekalipun, langsung saja beli saham B tersebut.

Buffett, seperti juga value investor lainnya kalau di Indonesia, Lo Kheng Hong , tidak begitu memperhatikan posisi indeks ketika mengincar suatu saham. Yang mereka perhatikan hanyalah nilai intrinsik dari saham yang mereka incar saja, apakah masih mahal atau sudah cukup murah. Satu hal lagi, seiring dengan pertumbuhan perusahaan, maka nilai intrinsiknya juga akan terus naik, dan demikian pula halnya dengan harga sahamnya.

So, jika anda sewaktu-waktu sudah membeli saham pada harga yang lebih rendah dari nilai intrinsiknya, yaitu ketika terjadi momentum koreksi pasar, maka selanjutnya tinggal duduk saja untuk menonton perusahaan anda bertumbuh, dan juga harga sahamnya. Dari contoh perhitungan nilai intrinsik diatas, disebutkan bahwa ketika kita hendak mendiskon nilai saham di masa yang akan datang agar diperoleh nilainya pada saat ini, maka kita bisa menggunakan tingkat suku bunga sukuk sebagai patokan, yang sebesar 6.

However, bunga sukuk tidak selalu 6. Dan jika bunga sukuk meningkat, maka harga saham akan semakin terdiskon, alias semakin rendah, atau dengan kata lain: Nilai intrinsik suatu saham akan semakin rendah ketika inflasi meninggi.

Dalam kondisi perekonomian negara yang normal, tingkat inflasi memang berubah setiap saat, namun pada akhirnya akan menemui titik keseimbangan di level tertentu. Tapi tahukah anda, berapa tingkat inflasi kita di tahun dan ? Percaya atau tidak, inflasi kita di tahun pernah mencapai Dan menurut anda, bagaimana nasib saham-saham di BEI ketika itu?

However, bagi investor jangka panjang, yang patut diwaspadai disini adalah jika terjadi perubahan signifikan dalam perekonomian makro, dimana inflasi, dan juga indikator perekonomian lainnya, berubah jauh lebih besar dari biasanya, seperti yang terjadi pada dan lalu.

Sementara perubahan kecil-kecil yang terjadi hampir setiap saat, misalnya seperti inflasi yang bisa dipastikan akan naik karena kenaikan harga BBM, itu tidak begitu penting.

Sama halnya seperti harga saham yang naik turun setiap saat, itu juga tidak penting selama laba perusahaan serta nilai intrinsik sahamnya terus bertumbuh. Passion tidak memikirkan untung dan rugi. Mari simak ulasan mengenai definisi passion dan berbagai hal yang berkaitan dengan passion yang dapat meningkatkan semangat dan motivasi kita.

Namun, apa sesungguhnya arti dari kata passion tersebut? Mengapa banyak orang sukses tidak pernah terlepas dengan kata passion? Apakah ada rumus sakti dibalik sebuah kata passion sehingga membuat seseorang bisa mencapai kesuksesan dengan memiliki arti dari kata passion tersebut? Passion adalah sesuatu yang tidak pernah kita bosan untuk melakukannya. Passion adalah dimana kita akan mengorbankan segala hal untuk mencapai hal itu. Passion adalah sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas, tanpa paksaan dan suatu bentuk panggilan dari alam bawah sadar seseorang.

Passion adalah dimana kita tidak memikirkan untung dan rugi. Passion adalah ketika kita melakukan hal itu begitu saja dan lupa dengan hal yang lain. Passion adalah sesuatu yang jika tidak kita lakukan, maka kita akan merasa ada sesuatu yang kurang.

Passion adalah sesuatu yang sangat kita sukai, sesuatu yang bisa kita lakukan berjam-jam tanpa kita merasakan kelelahan. Seseorang yang memiliki passion akan terus menerus berpikir untuk mewujudkan sesuatu, dan ia tidak pernah akan berhenti sebelum sesuatu itu terjadi. Dalam proses merealisasikannya, dia tidak akan pernah menyerah. Ia akan melakukan yang terbaik yang ia dapat lakukan. Setiap hari merupakan kesempatan baru yang ia dapatkan dan berusaha untuk tidak menyia-nyiakannya.

Passion adalah sebuah keinginan yang begitu mendalam dari dalam lubuk hati yang dilakukan tanpa adanya paksaan ataupun beban walaupun ia tidak mendapatkan materi sebagai upah. Menemukan harta karun nampaknya dapat menggambarkan suatu kondisi dimana seseorang menemukan passion dalam hidupnya. Tidak ada tantangan yang berarti dan hambatan yang menghalangi ketika ada passion di dalamnya. Keraguan dan ketakutan tak menjadi persoalan saat berjalan beriringan dengan sebuah passion.

Bahkan senyuman tetap nampak dalam raut wajah meskipun orang-orang di sekitar merendahkan proses dari apa yang dilakukan untuk mengejar passion tersebut. Setiap orang sukses tak jauh dari passion yang menjadi motor penggerak kesuksesan mereka. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menemukan passion dalam hidup ini. Apakah Anda adalah salah satu yang memiliki passion untuk menikmati kebebasan finansial atau financial freedom.

Lakukan investasi sedini mungkin dengan men- download panduan investasi reksa dana bagi pemula. Download Ebook Reksa Dana. Berikut ini hal-hal yang berkaitan dengan passion dan Anda perlu mengetahuinya. Pada film tahun , National Treasure , pemburu harta karun, Benjamin Gates bertanya kepada sahabat karibnya, Riley, dengan pertanyaan sederhana ini: Tapi selangkah lebih gila. Apa yang kamu miliki? Bila Anda melakukan apa yang Anda sukai pada tingkat sedang-sedang saja, maka Anda bisa menyebutnya sebagai hobi.

Hobi tersebut bisa jadi memasak, berkebun, menyanyi di kamar mandi, membongkar gadget dan lain sebagainya. Tapi ketika Anda melakukan sesuatu yang lebih dari sebuah hobi, maka Anda sedang menemukan passion Anda. Salah satu alasan mengapa Anda terus melakukan passion Anda adalah karena ada perasaan bahagia tersendiri saat melakukannya.

Passion berakar pada tubuh dan jiwa Anda. Anda akan begitu bahagia ketika melakukannya bahkan ketika hal itu Anda kerjakan melebihi dari jam kantor Anda. Ada gairah untuk terus melakukannya meskipun sebetulnya Anda sedang dalam kondisi yang lelah. Pada awalnya, memang sulit melihat apa passion Anda, namun ketika Anda telah menemukannya, tanpa disadari hal itu tidak akan membuat Anda berhenti melakukannya.

Setiap profesi sesungguhnya memiliki unsur passion masing-masing. Ada diantaranya yang memiliki passion menjadi seorang pekerja sosial untuk korban bencana atau tentara untuk menyelamatkan korban perang sipil di sebuah negara.

Tentu saja, itu membutuhkan passion yang kuat dari dalam jiwa sehingga mereka tidak enggan untuk menyelesaikan misi mereka hingga akhir.